KECAMATAN MADURAN

FENOMEDA BEDIDING PADA MUSIM KEMARAU

berita
Rabu, 03 Juni 2026
8x dilihat
Foto: FENOMEDA BEDIDING PADA MUSIM KEMARAU
Bediding adalah istilah dalam bahasa Jawa (ꦧꦼꦣꦶꦣꦶꦁ, bedhidhing) untuk menyebut fenomena penurunan suhu udara secara drastis yang terjadi di tengah musim kemarau, terutama pada malam hingga menjelang subuh. Meskipun pada siang hari cuaca terasa terik dan panas, suhu pada malam hari dapat turun signifikan hingga terasa menusuk tulang. Fenomena alamiah ini merupakan siklus tahunan normal yang umumnya melanda wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. 
Faktor Penyebab Fenomena Bediding
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan beberapa faktor utama pemicu bediding: 
  • Minimnya Tutupan Awan: Saat kemarau, langit cenderung bersih tanpa awan. Awan berfungsi sebagai selimut bumi; ketiadaannya membuat radiasi panas bumi langsung terlepas ke luar angkasa pada malam hari tanpa hambatan. 
  • Angin Monsun Australia: Angin timuran bertiup dari Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin menuju Benua Asia. Angin ini melewati Indonesia membawa massa udara yang kering dan bersuhu rendah.
  • Kelembapan Udara Rendah: Kandungan uap air yang sedikit di atmosfer membuat udara tidak dapat mengikat energi panas dengan baik, sehingga suhu anjlok lebih cepat menjelang fajar.
Periode Terjadinya
  • Waktu Bulan: Biasanya dimulai pada periode awal kemarau sekitar bulan Juni dan mencapai puncaknya pada Juli hingga September.
  • Waktu Harian: Suhu terdingin justru tidak terjadi pada tengah malam, melainkan mencapai puncaknya sesaat sebelum matahari terbit (sekitar pukul 04.00 hingga 06.00 WIB) akibat proses pendinginan permukaan bumi yang berlangsung semalaman penuh. 
Dampak dan Tips Menghadapinya
Perubahan suhu yang kontras antara siang dan malam hari dapat memicu masalah kesehatan seperti flu, batuk, kulit kering, hingga gangguan pernapasan. Di dataran tinggi (seperti Dieng atau Batu), fenomena ini bahkan bisa memicu terbentuknya embun upas atau embun beku yang berisiko merusak tanaman pertanian. 
Untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit selama masa bediding, masyarakat diimbau untuk: 
  1. Menggunakan pakaian tebal, jaket, atau selimut hangat pada malam dan pagi hari.
  2. Mencukupi kebutuhan air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi akibat udara kering.
  3. Mengonsumsi makanan bergizi dan suplemen vitamin untuk menjaga imunitas tubuh.
  4. Menggunakan pelembap kulit atau lotion guna mencegah kulit pecah-pecah. 

KECAMATAN MADURAN KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Raya Maduran No. 1, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 62261
  • maduran@lamongankab.go.id
  • (0322) 392638
Logo Branding Lamongan
© 2026 Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan