Peninggalan manuskrib Al-Qur'an Lontar pada Abad ke 13, Al-Qur'an Jumbo bertuliskan tinta emas bertempat di Masjid Tiban Ar-Rohmah Desa pringgoboyo, Maduran Lamongan Jawa Timur Indonesia.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya masjid dalam sejarah sosial masyarakat desa, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan kehidupan religius, budaya, dan sosial. Masjid Tiban Ar-Rahmah di Desa Pringgoboyo merupakan salah satu masjid lokal yang memiliki nilai historis, namun belum banyak dikaji secara akademik. Oleh karena itu terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana sejarah pembangunan Masjid Tiban Ar-Rahmah di Desa Pringgoboyo, Kec. Maduran Kab. Lamongan? Kedua, bagaimana pertumbuhan dan perkembangan Masjid Tiban Ar-Rahmah di Desa Pringgoboyo Kec. Maduran Kab. Lamongan 1933-1976? Penelitian ini bertujuan untuk: Menjelaskan sejarah dan kondisi awal bangunan masjid serta dinamika perkembangan fisik dan fungsinya dari tahun 1933–1976. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi tahapan heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian terdiri atas naskah lokal, tradisi lisan masyarakat, dokumentasi foto, arsip serta data pendukung lainnya. Analisis dilakukan dengan pendekatan menggunakan ilmu bantu filologi dan sosial-keagamaan untuk memahami hubungan antara pembangunan masjid dan kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Tiban Ar-Rahmah berawal dari bangunan sederhana yang dibangun melalui gotong royong masyarakat di bawah pengaruh tokoh agama setempat. Perkembangannya berlangsung secara bertahap, dipengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan religius desa. Aktivitas pembangunan yang dilakukan bersama, mencerminkan perpaduan antara kerja fisik, tradisi lokal, dan semangat keagamaan. Masjid kemudian berkembang menjadi pusat dakwah, pendidikan, serta penguatan solidaritas sosial. Kesimpulannya, Masjid Tiban Ar-Rahmah tidak hanya menjadi bangunan ibadah, tetapi juga simbol sejarah sosial dan spiritual masyarakat Pringgoboyo yang tumbuh melalui nilai kebersamaan, dakwah kultural, dan gotong royong.







