PENGAMANAN PEMBERANGKATAN JAMAAH HAJI KBIHU AN NAHDHIYIN MADURAN 2026
Pengamanan pemberangkatan jemaah haji dilakukan oleh aparat gabungan (Polri, TNI, Dishub, Satpol PP) untuk menjamin situasi kondusif, tertib, dan aman. Fokus pengamanan meliputi pengaturan lalu lintas di area pelepasan, sterilisasi lokasi, pengawalan kendaraan jemaah menuju embarkasi, serta pengamanan barang bawaan, dengan pendekatan humanis.
Jamaah Haji yang berangkat berjumlah 219 jamaah yang terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan yaitu, Kecamatan Maduran, Kecamatan Laren dan Kecamatan Sekaran. pemberangkatan jamaah dilakukan di Kantor Musyawarah Wakil Cabang (MWC)


NU Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan
Poin-Poin Penting Pengamanan Pemberangkatan Haji:
- Pengaturan Lalu Lintas dan Parkir: Petugas Satlantas disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi pelepasan guna mencegah kemacetan, terutama karena banyaknya keluarga pengantar.
- Sterilisasi dan Keamanan Lokasi: TNI/Polri melakukan pengamanan di titik-titik strategis—pintu masuk, jalur keberangkatan, dan titik kumpul—untuk memastikan hanya orang yang berkepentingan yang berada di area jemaah.
- Pengawalan Mobilisasi: Polisi melakukan pengawalan terhadap bus/kendaraan yang mengangkut calon jamaah dari titik kumpul kabupaten/kota menuju asrama haji atau bandara.
- Pendekatan Humanis: Petugas membantu mengarahkan alur kedatangan, memberikan informasi, dan menjaga ketertiban dengan santun untuk memberikan rasa nyaman kepada jemaah dan keluarga.
- Antisipasi Gangguan Kamtibmas: Mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencopetan, premanisme, atau potensi gangguan lainnya di tengah keramaian.
- Sinergi Instansi: Pengamanan melibatkan sinergi antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH).
Pengamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara pelepasan berjalan lancar, khidmat, dan aman hingga jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci.
